ibu kota memang kejam, melebihi kekejaman 10 bang napi. lihat saja suami-istri pun terlalu lelah untuk bercinta. sudah gitu masih numpang di rumah sempit mertua, bareng para ipar yang reseh pula. tapi demi keutuhan pernikahan, pada suatu sore si istri menawarkan kesepakatan:
“mas kalo aku lagi kangen lalu mepet terus, dan kebetulan mas lagi pingin, putingku ditarik dua kali ya. tapi kalo mas lagi nggak mood, sekali aja nariknya.”
kesepakatan berjalan. tiga bulan kemudian, sepekan setelah kehilangan pekerjaan, si suami ganti memberi isyarat:
“jeng, kalo kamu lagi mood, burungku ditarik sekali aja. tapi kalo lagi nggak mood, yah cukuplah ditarik seratus kali, dari pelan jadi cepet, gak usah kenceng-kenceng megangnya.”

