thailand memang gudangnya ratu
diambil tanpa izin dari blog angga prasetiyo. makasih.
thailand memang gudangnya ratu
diambil tanpa izin dari blog angga prasetiyo. makasih.
seorang suami yang baru 3 bulan menikah akhirnya memesan kondom getar. langsung dia pakai rangkap 2 dengan harapan daya getarnya akan dahsyat.
“duh, jangan becenda dulu dong mas. dari tadi nggak serius, cuma main-main mulu,” gitu kata istrinya.
akhirnya mereka break. saat akan bermain lagi, si suami memasang kondom rangkap 3. supaya dahsyat, pikirnya.
“kok mas nervous banget sih? tuh punya mas gemeter terus. akunya yang geli. jangan maksain diri mas kalo masih cape,” kata istrinya.
mangge rai, atlet binaraga, pagi itu sakit gigi, nggak bisa ngomong, tapi perlu belanja buah-buahan di pasar. harus ada kode khusus. ia pun akan memanfaatkan otot-otot di tubuhnya. tiba di kedai buah, ia singsingkan lengan baju, dan menunjukkannya ke penjual.
“oh, mau beli mangga? ada tuh..”
wah, berhasil. sekarang perlu pepaya, ia tunjukkan otot pahanya.
“kebetulan, pepayanya masih baru-baru tuh..”
pas pingin beli pisang, tanpa malu-malu ia buka celana, lalu isinya ia sodorkan ke penjual.
“wah, kalo cabe keriting sih, sudah abis pak..”
ibu asrama yang galak itu takjub dan terperanjat, di kamar bimbi si pemalu ada lusinan pak kondom. “apa-apaan ini, bimbi?!”
“ini jenis glowing in the dark, bu. saya perlu banyak soalnya belakangan ini kan sering mati lampu padahal saya takut gelap.”
seorang cowok backpacker prancis, yang nggak bisa bahasa inggris, mencoba ke pasar ikan muara karang naik bus kota. sial, buku saku panduannya hilang. maka ia pasrah saja, membiarkan diri dibawa bus patas ac yang cuma berisi 6 penumpang.
di sebelahnya ada cewe indon pengidam bule. dia kesengsem berat. tapi si bule kayaknya pemalu. maka disingkapnya rok mini, lantas celana dalam dia perosotin.
si bule mancung berpenciuman tajam langsung berdiri, memencet bel. dia yakin sudah sampai pasar ikan.
seorang bocah cowok usia 10 tahun diajak ayahnya ke apotek. selagi menunggu obat si anak melihat-lihat etalase. ketika ada dagangan yang tak dia pahami anak itu membisiki ayahnya: “pa, itu apaan sih?”
“o, itu kondom. untuk bungkus titit kalo lagi berhubungan sex.”
berlagak dewasa, anak itu menjawab, “ya, ya, aku ingat. di sekolah kemarin juga diajari soal reproduksi.” ayahnya tersenyum bangga. anak itu kembali menghampiri etalase dan mengajak ayahnya mendekat.
“pa, kalo yang isi 3 maksudnya apa?”
“o, itu untuk mahasiswa. satu untuk jumat, satu untuk sabtu, satu untuk minggu.”
“kalo yang isi 6 pa?”
“o, itu untuk karyawan muda. dua untuk jumat, dua untuk sabtu, dua untuk minggu.”
“gitu ya? kalo yang isi 12 pa?”
“ah itu untuk orang dewasa yang udah nikah kayak papa. satu untuk januari, satu buat februari, satu untuk maret, satu untuk…”
ibu kota memang kejam, melebihi kekejaman 10 bang napi. lihat saja suami-istri pun terlalu lelah untuk bercinta. sudah gitu masih numpang di rumah sempit mertua, bareng para ipar yang reseh pula. tapi demi keutuhan pernikahan, pada suatu sore si istri menawarkan kesepakatan:
“mas kalo aku lagi kangen lalu mepet terus, dan kebetulan mas lagi pingin, putingku ditarik dua kali ya. tapi kalo mas lagi nggak mood, sekali aja nariknya.”
kesepakatan berjalan. tiga bulan kemudian, sepekan setelah kehilangan pekerjaan, si suami ganti memberi isyarat:
“jeng, kalo kamu lagi mood, burungku ditarik sekali aja. tapi kalo lagi nggak mood, yah cukuplah ditarik seratus kali, dari pelan jadi cepet, gak usah kenceng-kenceng megangnya.”