di ruang tunggu rsj itu bambang menunggu perawat yang dikenalnya di y!m buat ketemuan. dari lubang ventilasi tembok dia dengar ada olahraga di halaman sebelah.

“sekarang dinaikin tingginya. 60 cm! ayo budi, lompat!”

bukkk! suara orang jatuh.

“yah gagal lagi. sekarang kita naikin jadi 70 cm. ayo hari!”

bukkk! suara jatuh lagi. pakai mengaduh. begiu seterusnya setiap kali angka dinaikkan 10 cm.

“nah sekarang 120 cm. ayo joko!”

terdengar tepuk tangan. tanpa suara orang jatuh. bambang berdiri di atas meja, mengintip dari lubang ventilasi. para pasien sedang berlatih atletik. ada tembok setinggi 1 meter digarisi melintang dengan spidol berselang 10 cm. setiap pelompat berancang-ancang dari jauh lalu berlari kencang.