setelah 5 tahun bekerja di kota si ucok bisa membeli vw kodok 1970. saat cuti dibawanya mobil tua itu ke kampung halaman. ayahnya bangga sekali, apalagi para tetangga pada merubung mobil ucok.
“coba kau buka kap itu, ucok!” perintahnya, sambil kacak pinggang. si anak menuruti. membuka kap depan.
“bah! tak aman kampung kita sekarang. mobil baru sampai, mesin sudah hilang! republik macam apa pula ini?”
si ucok tersenyum. ia berjalan memutar ke belakang mobil. lalu membuka kap mesin. ayahnya menyusul.
“ah! kau memang anak pintar, cok! kau beli mobil pintar yang ada mesin serepnya pula! kelak kalau kau punya anak, berilah nama ve-we, supaya pintar, selalu punya otak serep.”

