sudah setahun tagor merantau di jakarta. sehari-hari ia berladang di senen. suatu kali dia dapat rezeki besar dan pulang. sepekan cukuplah. menjelang kembali ke jakarta ia kumpulkan adiknya. satu per satu ditanya ingin barang apa dari jakarta.

“aku ingin hape, bang,” kata si ucok.

“ah mudahlah itu. model paling baru bisa keluar peluru, abang juga akan bawakan untuk kau!”

“aku minta kalung berlian, bang….” sergah adik perempuannya.

“ah, apalagi itu. mudahlah, butet! akan abang bawa berlian besar sehingga kau kalahkan bintang telenovela. hakhakhakhakhak…. hei kau si bungsu, kenapa diam saja? apa kau minta? ransel tahan hujan? spion mercy buat berkaca di kamar?”

“bukan bang. aku ingin tali pinggang tentara…”

“ah, susahlah itu!”