garing+basi: kalau anda senyum bahkan ketawa berarti kami gagal :: May :: 2005
S.A.R.A. {maaf} Friday | 6 May 2005 | 22:24:19

sudah setahun tagor merantau di jakarta. sehari-hari ia berladang di senen. suatu kali dia dapat rezeki besar dan pulang. sepekan cukuplah. menjelang kembali ke jakarta ia kumpulkan adiknya. satu per satu ditanya ingin barang apa dari jakarta.

“aku ingin hape, bang,” kata si ucok.

“ah mudahlah itu. model paling baru bisa keluar peluru, abang juga akan bawakan untuk kau!”

“aku minta kalung berlian, bang….” sergah adik perempuannya.

“ah, apalagi itu. mudahlah, butet! akan abang bawa berlian besar sehingga kau kalahkan bintang telenovela. hakhakhakhakhak…. hei kau si bungsu, kenapa diam saja? apa kau minta? ransel tahan hujan? spion mercy buat berkaca di kamar?”

“bukan bang. aku ingin tali pinggang tentara…”

“ah, susahlah itu!”

S.A.R.A. {maaf} | 22:15:32

setelah 5 tahun bekerja di kota si ucok bisa membeli vw kodok 1970. saat cuti dibawanya mobil tua itu ke kampung halaman. ayahnya bangga sekali, apalagi para tetangga pada merubung mobil ucok.

“coba kau buka kap itu, ucok!” perintahnya, sambil kacak pinggang. si anak menuruti. membuka kap depan.

“bah! tak aman kampung kita sekarang. mobil baru sampai, mesin sudah hilang! republik macam apa pula ini?”

si ucok tersenyum. ia berjalan memutar ke belakang mobil. lalu membuka kap mesin. ayahnya menyusul.

“ah! kau memang anak pintar, cok! kau beli mobil pintar yang ada mesin serepnya pula! kelak kalau kau punya anak, berilah nama ve-we, supaya pintar, selalu punya otak serep.”

S.A.R.A. {maaf} | 22:07:50

Ada seorang petani coklat dari kampung ke kota Makassar dengan membawa banyak sekali uang hasil penjualan coklat, ia bermaksud membelanjakan uang yang berlimpah itu, datanglah mereka ke sebuah gerai handphone terbesar di kota itu.

“Saya hendak membeli hape type yang paling baru?” kata petani itu.

“Oh silahkan Pak, apakah Bapak sudah ada SIM cardnya?” sambut pegawai toko dengan ramah.

“Oh perlu SIM juga ya?” tanya petani itu sembil mencabut dompet, mengeluarkan SIM mengemudinya.

“Oh, bukan sim mengemudi Pak, tapi nomor dari operatornya …. kalau begitu apa sekalian SIM card pra bayarnya Pak?”

“Oh ya, kalau begitu sekalian SIM card-nya.” jawab petani itu kalem.

“Tapi Pak, maaf, Bapak tinggal di daerah mana?”

“Saya? di Sungai Ujung, Kabupaten Kaki Bukit.”

“Wah, di sana nggak ada sinyal Pak.”

“Oh ya? kalau begitu tolong dik, dilengkapi dengan sinyal sekalian.”

:::
dikutip tanpa izin dari blognya pak loper koran

Uncategorized | 21:28:37

kita mah udah modern, beradab gitu. nggak kenal tuh yang namanya rasisme…

ANEH, SEKSIS | 14:29:22

“kita jangan malu dibilang cowo matre. kita kudu perhatiin juga aspek finansial cewe. kenapa? belajar dari krismon dulu, man! belajar! kalo kita kena phk pegimane, padahal bokin gajinya cekak? belajar dari sejarah, man!”

SEKSIS | 09:44:41

angelina jolieeeeeeeeeeeee

kompas bilang:

Dia juga menyatakan, mengapa kini memilih punya pacar saja daripada hubungan yang penuh komitmen. “Menurut saya, bagi perempuan jauh lebih gampang punya kekasih daripada lelaki…,” kata si Mbak.

Lha iyalah. Coba kalo dia tua, jelek, gak menarik, didesek ortu buat nikah, eh dianya sendiri juga malu dan gak siap melajang terus, mana berani bilang gitu?

SEKSIS | 09:04:50

cewe: maunya sudah nikah tapi masih kayak pacaran

cowo: maunya masih pacaran tapi udah kayak nikah [dan nggak harus nikah akhirnya]

ANEH | 09:01:28

sedang terjadi ketegangan dipolmatik. soal pemakaian “r.o.c.”.
taiwan mengklaim itu miliknya, singkatan “republic of china”.
indonesia yakin banget itu haknya: “republic of corruption”.

NAIF | 07:29:53

“eh, penyanyi kla project ternyata kudisan ya?”
“hus, gosip banget, sih! ati-ati kalo ngomong, ntar disomasi lho..”
“dia sendiri yang bilang lewat lagunya: ‘lihatlah KUDIS ini, memendam rindu..‘ ama ‘terpuruk KUDIS ini…‘ [sambil nyanyi]”
“be-a-es-i.. basi!”