Seorang lelaki setangah baya yang cacat netra sedang mencari kerja di kota. meski dia buta, indera penciuman dan pendengarannya sangat tajam. Sampailah dia di sebuah perusahaan kayu. Akhirnya dia pun bertemu dengan bos perusahaan tersebut.
Bos : Saya sedang tidak menambah karyawan baru, lagi pula apa keahlian kamu?
Lelaki : Meski saya tak bisa melihat tapi saya bisa membedakan jenis kayu dengan cara menciumnya.
Merasa penasaran dengan penuturan lelaki buta tersebut, si bos segera mengambil beberapa batang kayu untuk mengujinya. Pertama dia membawa potongan 2 meter kayu pinus. Si lelaki buta pun segera membaui kayu tersebut dan menyebutkan panjang serta jenisnya dengan benar.
Lalu si bos mengambil kayu damar sepanjang 1,5 meter dan meletakkannya di tangan lelaki tersebut .
Lelaki: Kalau yang ini jelas kayu damar, panjangnya ya satu setengah meter lah, betul kan Pak?
Bos: Mmmmm…
Lalu si bos mengambil selonjoran kayu jati, kayu kalimantan dan beragam jenis kayu dikeluarkan dari gudang. Dan kesemuanya bisa ditebak oleh lelaki buta tersebut. Semua kayu sudah habis dijajal, lalu si bos masih penasaran dengan kemampuan si lelaki buta tersebut.
Bos: Saya tak punya lagi potongan kayu, tapi coba yang ini ini pasti kamu gak akan bisa menebak.
Sambil menyerahkan sisa papan pintu rumahnya, si bos merasa yakin kalau lelaki tersebut tak akan bisa menebaknya. Memang dalam beberapa detik, si lelaki buta agak ragu dengan ujian yang terakhir tersebut.
Lelaki : Kalau tak salah ini kayu bekas peti mati. Betul kan pak???
Bos : (Gubrak)#$%&(*#@



