siapa bilang wanita itu makhluk lemah?
inilah akibatnya jika sekolah setir mobil nggak pernah menyelenggarakan wisuda.
alumninya nggak nggak dapat sumpah setia.
jangan keburu nafsu saat ketemu big sale
niat hati ingin sexy tapi taunya jadi begini
Siapa sih yang ga kenal Salim?:) Bukan nyindir salah satu teman nih. Tapi tau kan kalo Salim tuh jinak-jinak playboyo alias sopo nyedak digowo…. ![]()
Ini terjadi di Surabaya kemarin (baca: Jumat 01 April), waktu itu kita berdua baru aja pulang dari Workshop. Udah badan capek, wajah kuyu, dan badan lengket semua. Dan yang bikin ga kuat adalah keringat kita, baunya itu lho…. Setelah nyampe lobby hotel S, tiba-tiba rasa capek sirna semua berkat senyum manis si Dinie (nama sebenarnya). Staf FO di hotel ini memang memiliki wajah yang lumayan manis dan fotogenit (kekeke…).
Kita pun ngobrol ngalor-ngidul… sampe akhirnya muncul rayuan maut si Macan Priuk.
Bla-bla-bla… dengan berdalih memotret akhirnya muncul ajakan kencan malem minggu…ihiks. Rayuan gombal si playboyo ditolak dengan alasan dik Dinie mau pulang kampung di akhir pekan. Kebetulan dia memang baru off dan masuk lagi di hari Ahad.
Dengan tanpa menyerah, si macan gaek terus melancarkan jurus-jurus mautnya… he he he. Masa sih dik Dinie disuruh ga balik ke kampungnya di kota M yang berada di kaki gunung apa ya….??? yang jarak tempuhnya 24 jam perjalanan (kalo jalan kaki:) ).
Singkat kata, hari Sabtu sore pun berjalan…. dan betapa kagetnya temanmu yang cakap ini setelah mendengar celotehan si Salim. “Gue mau jalan ama Dinie nih, cepetan yuk ke hotelnya.” Jam memang sudah menunjukkan 19.00, posisi kita masih di HTMall (malnya komputer). Dengan enteng hati saya pun segera menyetujuinya karena badan ingsung juga capek dan sudah terserang flu sejak sesi pertama workshop. Namun masih berpikir bagaimana caranya sih Salim bisa naklukin cewek tersebut.
Sesampai di hotel, kita langsung masuk kamar dan saya pun ambruk di kasur tanpa ingat kalo teman kita sudah pergi entah kemana. Ketika saya bangun pukul 01.00 ternyata kamar masih sepi dan teman sekamar belum pulang. Waah hebat tenan…. Saya pun tak mau pusing dan langsung aja mandi tuk membersihkan pikiran dan cucian kotor ![]()
Moral cerita: ternyata tak salah kalo julukan playboyo ampuh buatnya. ” saluto in salju”. So kalo mo belajar ngegaet cewek datanglah padanya. Penasaran foto mereka yang sedang intim, nanti akan saya susulkan ato hub. saya offline.
Memori kelabu di hotel S, di kota S
“bahasa malaysianya ’satu nusa satu bangsa’ apa?”
“satu nuse satu bangse ya?”
“salah.. one azizah one ismail!”
“huh, yuni banget sih..”
“lho kok yuni?”
“sara…”
dukungan dari masyarakat tekstil indonesia
kami, masyaraka tekstil indonesia, sebetulnya tidak diam saja melihat kian maraknya gaya pamer celana dalam. karena itu kami merasa perlu menegaskan sikap:
[1]. kami sepenuhnya menoleransi gaya tersebut apalagi jika mengutamakan produk dalam negeri, termasuk produk tolakan karena tak layak ekspor
[2]. kami akui bahwa sejak awal kami memang menganjurkan pameran celana dalam, sejelas-jelasnya, senyata-nyatanya, seutuh-utuhnya, dari setiap pemakai kepada khalayak ramai maupun sepi, di segala cuaca dan kesempatan
[3]. yang kami maksudkan dengan pamer adalah mengenakan celana dalam itu di luar celana panjang/pendek, sesuai metode superman
karena itu janganlah ragu untuk pamer. selamat berbelanja dan unjuk jeroan.
tahukah anda bahwa bambang, seorang calon reporter, akhirnya tak diangkat sebagai pegawai tetap sebuah koran, karena selama tiga tahun dia selalu menggunakan lead basi garing jayus: “tahukah anda…” dalam setiap feature yang dia tulis
Nih Yee…
Ucapan ini terkenal di tahun 1980-an, kalau tidak
salah tepatnya November 1985 pertama kali di
ucapkan oleh pelawak Diran, kemudian dijadikan
bahan lelucon oleh Euis Darliah…
Memble dan Kece
Ini adalah ciptaan khas Jaja Mihardja, di tahun
1986 kemudian di mainkan dalam Film Memble
tapi Kece yang diperankan oleh Jaja Mihardja
sendiri dan Dorce Gamalama.
Booo……..
Ini ucapan populer di pertengahan awal 90-an,
pertama dipoplerkan oleh grup GSP, kalau nggak
salah Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan yang
pertama kali mengucapkan, kemudian kata-kata ini
pernah di ucapkan dalam lenong rumpi, tapi kata-
kata ini populer dalam lingkungan pergaulan di
kalangan artis, Titi DJ-lah orang benar-benar
mempopulerkan ucapan ini.
Nek…
Setelah kata-kata Boo… tak lama kemudian
muncul kata-kata Nek… bagi generasi yang SMA-nya
di pertengahan 90-an pasti mengalami
bagaimana populernya kata-kata ini, Ucapan
Nek…pertama kali di ucapkan oleh Budi Hartadi
seorang remaja di kawasan kebayoran yang tinggal
sama neneknya, makanya dia sering ngucapin
Nek… kebetulan dia latah jadinya setiap ngomong
dia ngucapin Nek…Nek…eh lo mau ke menong,
Nek itu contohnya si Budi kalo ngomong ke
temennya, si Budi ini seneng gaul di wilayah
Tjokro, Menteng …nah kebetulan ada banci menteng yang denger, kemudian si
Banci itu
ngikutin kata-kata si Budi, so… banyak Banci
ngomong gaya Budi, jadi banyak orang mengira
kata-kata ini di populerkan oleh para Banci.
Jayus
Di akhir dekade 90-an dan di awal abad 21, ucapan
Jayus sangat populer, kata ini artinya lawakan
yang nggak lucu, garing atawa tingkah laku yang
mau ngelucu tapi nggak lucu orang yang
mengucapkan ini adalah kelompok anak SMU
yang bergaul di kita! ran Kemang, konon ada
seseorang bernama Herman Setiabudhi, dia
dipanggil temen-temennya Jayus, soalnya
Bapaknya bernama Jayus Kelana seorang pelukis
di kawasan Blok M. Si Herman alias Jayus ini
kalau ngelawak nggak pernah lucu, temannya yang
bernama Sonny Hassan alias Oni Acan sering
ngomentarin tiap lawakan yang nggak lucu dengan
celetukan Jayus, ucapan Oni Acan inilah yang kemudian diikuti
tongkrongannya
di daerah Sajam,Kemang lalu kemudian merambat populer di lingkungan PL, dan
anak-anak SMU sekitar Melawai. Puncaknya pas ada acara PL Fair2000
kata-kata
Jayus ini banyak di ucapkan.
Jaim
Ucapan Jaim ini di populerkan oleh Bapak Drs. Sutoko Purwosasmito, seorang
pejabat di sebuah departemen, yang selalu mengucapkan kepada anak buahnya
untuk menjaga tingkah laku, pada suatu hari Pak Pur, begitu ia sering
dipanggil, berpidato di hadapan anak buahnya untuk Jaim, inilah kutipan
kata-katanya saudara-saudara sebagai pegawai negeri kita harus Jaim, apa
itu
Jaim.
Jaim itu yah…Jaga Imej itulah awal kata-kata Jaim itu populer, kemudian
seorang anak buah Pak Pur, Bapak Dharmawan Sutanto, yang punya anak bernama
Santi Indraswara, pernah memarahi Santi untuk gak terlalu ngumbar ama
temen-temen cowoknya San…kamu kalo jadi cewek harus Jaim..!!!! Santi
bengong dengan muka begonya dia nanya Pa…Jaim it! u apa seh..? Pak Dhar
langsung keluar kamar Santi sembari ngomong Jaim itu Jaga Imej… Santi
yang
masih bengong cuman ngucapin ooooh. Nah hari seninnya Santi pas upacara
bendera dia
ditugaskan jadi pembaca UUD 1945, diakhir kata dia gak sengaja ngucapin
Jaim
doooong……..
Kepala Sekolahnya langsung noleh ke Santi dan nanya ke Santi apa tuh Jaim
Santi dengan santai jawab Jaga Imej…Pak eh Kepala Sekolah dengan muka
bego
juga cuman ngucapin Ooohh..
Gitu Loooooooooohhh……..(GL)
Kata GL pertama kali diucapin oleh Gina Natasha
seorang remaja SMP di kawasan Kebayoran, Gina
ini punya kakak bernama Ronny Baskara seorang
pekerja event organizer, nah si Ronny ini punya
temen kantor bernama Siska Utami, pada suatu
saat Siska bertandang ke rumah Ronny, pas dia
ketemu si Gina, Siska nanya Kakakmu mana si Gina ngejawab di kamar, Gitu
Loooohhh.. terus
pas di tanya lagi Eh Gina kelas berapa ! sekarang si Gina ngejawab Kelas
dua
SMP Gitu looohhh..
Yah namanya tamu, Siska trus nanya Gina, kalau
yang benerin genteng bocor siapa seh? Gina
ngejawab Siapa aja ..Gitu Looohhh sampai
sebelas pertanyaan selanjutnya si Gina ngejawb
dengan kata-kata Gitu Looohh… Esoknya si Siska
di kantor ikut-ikutan latah dia ngucapin kata Gitu
Loooohhh…di tiap akhir kalo dia ngomong.
Lembaga Penelitian Bahasa
Departemen Pendidikan Nasional
JANGAN GUNAKAN SUMPIT SEKALI PAKAI
Buat penggemar Mie….
JANGAN GUNAKAN SUMPIT SEKALI PAKAI
Ini adalah kasus nyata, jika suatu saat anda mempunyai kesempatan,
cobalah untuk merendam sumpit sekali pakai sekitar 3 - 5 menit di air panas.
Dan anda akan melihat deterjen pemutih larut di air panas dari sumpit sekali
pakai. Jika anda dapat menyiapkan sumpit sendiri dari rumah, ini tidak
saja ramah lingkungan (kayu) tapi juga untuk kebaikan anda sendiri.
Dalam suatu kampanye kesehatan di An Ning, Profesor Chew mengingatkan
masyarakat untuk tidak menggunakan sumpit sekali pakai, mengingat sebagian besar
sumpit sekali pakai dibuat dan diimpor dari China. Sebelum diproduksi,
bahan dasarnya (kayu) telah tumbuh bersama kuman yang mengubah warna
bahan (akibat jamur). Pada proses awalnya, bahan diberi cairan kimia untuk
mengawetkannya. Setelah itu dicuci dengan pemutih (yang dipercaya
ribuan kali di atas standar). Dan apa yang terjadi? Bahan-bahan kimi a ini
dapat menyebabkan kanker, karsinogen. Profesor Chew tidak lagi menggunakan
sumpit sekali pakai sejak ia datang ke sebuah pabrik pembuatan sumpit
sekali pakai saat 5 tahun yang lalu. Agar tidak lupa, ia membawa
sumpit sendiri di tasnya yang bisa dipakai berulang-ulang.
Untungnya, bukan deterjen yang selalu dia bawa…
Seorang pejabat kementerian pariwisata mengadakan kunjungan lapangan
dan berdialog dengan turis mancanegara soal kenyamanan mereka selama
berada di Indonesia. Seorang turis AS mengeluhkan soal penggunaan
bahasa Indonesia yang njelimet.
“Sebetulnya, apa sih bahasa Indonesianya untuk mengatakan ya. Saya
bingung, di jalan, ada yang menjawab yo”i, ada yang bilang ya, ada
yang bilang begitulah. Mana yang betul?” tanya si turis.
“Sederhana, tergantung pendidikannya. Kalau yo”i, berarti orang tsb
tak berpendidikan, kalau bilang ya, berarti minimal SMA. Tapi kalau
lulusan perguruan tinggi, biasanya lebih sopan, dengan kata
“begitulah”,”
jawab si pejabat, sok menggurui.
“Ooooh, begitu ya..?” kata si turis manggut-manggut.
“Yo”i,” kata si pejabat, kalem.
Seorang ibu guru SD melakukan tanya jawab pada murud muridnya
“Coba sebutkan benda apa saja yang bisa dihisap atau diemut?”
“Permen bu guru”
“Ya betul… apalagi, coba?”
“Vitamin C tablet, bu”
“Yaa… itu juga betul. Apa lagi,hayo?”
Tiba-tiba salah seorang murid nyeletuk:
“Lampu bu…”
“Lho kok lampu?”
“Iya bu. Soalnya tadi malem ibuku bilang sama bapak… Cepet lampunya matiin, sini biar ‘tak emut.”
“HARAM HUKUMNYA BAGI SEORANG MUSLIM LAKI-LAKI UNTUK MENIKAH DENGAN GADIS
MUI jakarta mengeluarkan fatwa baru. Setelah diadakan rapat dan diskusi
diantara para pemimpin MUI dan dewan pakarnya, dan juga telah ditimbang
berdasarkan ayat-ayat alquran dan hadis nabi yang terpercaya sahihnya
maka MUI memberkan fatwa baru tersebut:
“HARAM HUKUMNYA BAGI SEORANG MUSLIM LAKI-LAKI UNTUK MENIKAH DENGAN GADIS
SEKANTOR”
Fatwa MUI ini telah menimbulkan perdebatan yang sangat sengit antara yang
pro dan kontra. Bahkan banyak pihak yang menyatakan bahwa MUI telah gegabah
mengambil keputusan tersebut. Untuk mencari tahu alasan MUI mengeluarkan
fatwa tersebut, maka wartawan republika mewancari sekretaris umum MUI
Prof.Dr. Din syamsudin.
Inilah isi wawancara tersebut:
Wartawan: Pak syamsudin, bagaimana MUI bisa mengeluarkan fatwa haram untuk
menikahi gadis sekantor?
Prof.Dr.Din Syamsudin: Bagaimana enggak haram, menikahi satu orang gadis
aja berat, apalagi satu kantor, kan itu banyak jumlahnya…..
Wartawan: ????
kenapa wanita suka memakai alas kaki berhak tinggi? sekalian menuntut hak ya? kurang pede ya?
bertanyalah kepada pria, apa yang akan mereka lakukan jika mayoritas mereka lebih pendek dari wanita dan sering menjadi korban diskriminasi bahkan pelecehan seksual!

{jawaban sol sepatu terhadap setiap pria}
kenapa ada mitos bahwa lelaki pada dasarnya jiper, sehingga nggak berani naksir wanita cantik yang lebih cerdas, lebih kaya, lebih tinggi posisinya, bahkan lebih tinggi tubuhnya?
“huss! itu bukan mitos! itu kenyataan, tau?”
{kesimpulan terhadap hasil wawancara dengan 1.234 narasumber — 1.233 di antaranya adalah dengan diri sendiri}